IDI Catat Total 136 Dokter Meninggal Akibat Covid-19
(IDI mencatat sekitar 136 dokter meninggal karena Covid-19)
JAKARTA, Ikatan
Dokter Indonesia (IDI) mencatat total 136 dokter meninggal akibat Covid-19 per
15 Oktober ini. Dalam dua pekan terakhir, tercatat sembilan dokter meninggal
dunia akibat pandemi ini.
Wakil Ketua Tim
Mitigasi Pengurus Besar (PB) IDI, Ari Kusuma Januarto mengatakan tenaga medis
dan tenaga kesehatan berada dalam situasi krisis dalam pelayanan kesehatan di
tengah pandemi.
"Sudah ratusan tenaga medis dan tenaga
kesehatan di Indonesia meninggal dalam tugas pelayanan yang terpapar Covid-19,
ini adalah situasi krisis dalam pelayanan kesehatan saat ini," ucapnya
dalam keterangan resmi ,Kamis (15/10).
Menurut Ari,
semestinya tenaga kesehatan dan tenaga medis bekerja dalam rasa aman. Untuk itu
diperlukan kerja sama dari pemerintah dan masyarakat untuk melaksanakan
protokol kesehatan agar penularan corona bisa ditekan.
Jika penularan
berhasil di tekan di hulu dengan penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat,
maka pelayanan rumah sakit dan fasilitas kesehatan di bagian hilir tidak perlu
kesulitan menangani pasien. Lonjakan kasus corona pun bisa ditekan.
"Harus ada kerja
sama menyeluruh baik dari pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan protokol
kesehatan sehingga para tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat melanjutkan
pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri,"
tuturnya.
Ketua Tim Pedoman dan
Protokol Kesehatan Tim Mitigasi PB IDI, Eka Ginanjar mengatakan masih banyak
masyarakat yang abai dan setengah hati menjalankan protokol kesehatan, sehingga
penularan masih terjadi di tengah masyarakat.
Padahal dengan
mencegah penularan, maka situasi krisis yang dihadapi oleh tenaga medis dapat
berkurang. Hal itu juga akan mengurangi kasus kematian dokter dan tenaga medis
lainnya.
Eka kembali
mengingatkan masyarakat agar dapat menjaga diri dengan menerapkan protokol
kesehatan hingga tersedia vaksin covid-19.
"Virus ini telah mengambil banyak nyawa
dengan cepat yang menyebabkan hal ini disebut pandemi, virus ini tidak bisa
terbang pindah sendiri tetapi manusialah yang membawanya ke mana-mana, hingga
vaksin yang efektif dan aman ditemukan, maka tidak ada pencegahan yang lebih
baik daripada protokol kesehatan," tuturnya.
Jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di
Indonesia mencapai 344.749 orang per Rabu (14/10). Angka ini mengalami
penambahan 4.127 orang dari hari sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 267.851
orang dinyatakan sembuh dan 12.156 orang meninggal dunia. (sumber: CNNIndonesia.com)